2
Assalamualaikum. Perkenalkan, saya Isma Novalia Firdha Susanto dari kelas XI IPA 2. Apakah kalian sudah tau tentang program pertukaran bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat yang ditawarkan oleh Yayasan Bina Antarbudaya? Saya akan berbagi sedikit cerita tentang perjalanan saya mengikuti seleksi program KL-YES Year Program 2016-2017.
Bina Antarbudaya adalah organisasi non pemerintah, non profit, berbasiskan relawan dan merupakan mitra dari AFS Intercultural Program, yang berkomitmen untuk membangun dunia yang lebih baik melalui program pertukaran yang berlandaskan pemahaman antarbudaya yang sekarang memiliki beberapa chapter yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Chapter-chapter yang ada adalah Chapter Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Karawang, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, dan Manado. Tentunya Bina Antarbudaya saat ini masih mengusahakan untuk membuka chapter lagi di kota-kota lain.Tujuan dari didirikannya Yayasan Bina Antarbudaya adalah untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki kepekaan, pemahaman antarbudaya dan perhatian terhadap lingkungannya.
Yayasan Bina Antarbudaya menawarkan beberapa program pertukaran pelajar. Antara lain AFS (American Field Service) dan KL-YES (Kennedy Lugar Youth Exchange and Study).Yang merupakan year program dari Bina Antarbudaya, dan ada juga AFS Short Program (biasanya diperuntukkan bagi siswa akselerasi).Program lain yang ditawarkan yaitu JENESYS (The Japan - East Asia Network of Exchange for Students and Youths) dan yang baru ini adalah beasiswa full year program di Jepang, yaitu Kamenori.Untuk lebih jelas tentang program yang ditawarkan oleh Bina Antarbudaya bisa kalian cek langsung di website: bina-antarbudaya.or.id dan afsindonesia.org dan bisa melalui akun twitter Bina Antarbudaya di @binabud.
Satu-persatu mimpi saya yang biasa dibilang konyol ini mulai terwujud di masa SMA. Setelah keterpurukan ternyata ada berkah. Di situ saya menyadari bahwa jika ingin sukses harus rela jatuh walaupun sakit namun harus bangkit kembali agar life goals kita tercapai. Saya memutuskan untuk mengikuti tes pertukaran pelajar yang dibiayai oleh US Goverment yang bekerja sama dengan Bina Atarbudaya. Saat itu ada kakak Volunteer dari Chapter Malang yang datang ke SMAN 1 Kauman untuk mempublikasikan program tersebut.
Pada tanggal 22 Maret 2015 lalu diadakan Open House dari Chapter Malang di Politeknik Negeri Malang. Kebetulan saya pulang dari Jember untuk menjenguk nenek saya yang sedang sakit, jadi saya bisa mampir ke acara Open House tersebut bersama kedua orangtua saya. Di acara tersebut dijelaskan tentang program yang ditawarkan, bagaimana jika kami terpilih untuk diberangkatkan ke negara tujuan, dan juga diberi kisah sukses dari beberapa tokoh seperti Kak Najwa Shihab dan Pak Anies Baswadean yang merupakan alumni AFS. “Tertinggal satu tahun untuk mengikuti AFS dan YES itu bagaikan ketapel, kita ditarik mundur sedikit untuk dilempar sejauh-jauhnya” – Anies Baswedan, salah satu alumni AFS USA. Kisah tersebut membuat saya lebih terinspirasi untuk mengikuti jejak mereka. Untuk mendaftarkan diri, kita harus membeli pin yang kemudian diregistrasi secara online melalui web. Kemudian mengunduh formulir aplikasi pendaftaran yang harus diisi selengkapnya dan sejujurnya.
Di Chapter Malang dibagi beberapa Region yang kemudian diadakan di beberapa tempat untuk tes tahap pertama. Tulungagung ikut Region Blitar yang terdekat. Tes tahap pertama (tes tulis) untuk Region Blitar diadakan di SMAN 1 Blitar pada tanggal 3 Mei 2015. 
Setelah lama menunggu hasil akhirnya pun keluar. Dari akun twitter @binabudmlg diberitahukan bahwa hasil tes sudah diupload di website. Penuh rasa penasaran saya membuka website Chapter Malang. Dan ketika menemukan nama saya di sana, saya sangat terkejut, karena persaingannya sangat ketat dan saya sangat bersyukur. 
Tes tahap kedua dilaksanakan di STIE Malangkucecwara pada tanggal 31 Mei 2015. Tes tahap dua ini merupakan tes wawancara. Nama-nama yang lolos ke tahap 3 diumumkan lewat website Bina Antarbudaya Chapter Malang. Dan ketika nama saya ada di situ, saya sangat senang tetapi di saat bersamaan membuat saya sedih, karena teman satu sekolah saya gugur di tahap dua ini. Sebelum melakukan tes tahap 3, kami diharuskan mengisi berkas dan segera mengirimkannya ke Chapter.
Tes tahap ketiga dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2015. Kami ikut berpartisipasi dalam National Book Drive yang dilaksanakan oleh para volunteer dengan mendonasikan buku saat tes tahap ketiga ini. Tes ini merupakan dinamika kelompok. Lagi-lagi saya dapat giliran paling akhir. Kelompok saya yang terakhir. Sampai akhirnya pengumuman pun tiba, nama saya tercantum di antara para Finalis Chapter Malang YP 16/17. Spontan saya sangat senang dan langsung berteriak menghampiri ibu saya. Lagi-lagi yang membuat saya sedih adalah teman-teman saya gugur di tahap ini, jadi saya harus berjuang seorang diri dari Kabupaten Tulungagung. 
Foto bersama para kandidat batch 2. Saya berada ditengah mengenakan 
hem floral merah. 
Setelah itu ada seleksi administrasi tingkat Nasional. Kami mengisi formulir di website www.afsglobal.org. Sampai akhirnya hasil seleksi berkas Nasional keluar, nama saya tercantum. Kami diwajibkan untuk mengisi formulir Online Aplication Year Program 16-17 di website, yang akan dikirimkan untuk seleksi berkas Internasional nantinya jika kami lolos seleknas. Setelah itu kami mendapatkan undangan untuk Family Gathering yang dikirimkan melalui email masing-masing. Family Gath ini dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2015. Nenek saya meninggal dunia sebelum hasil ini diumumkan. Saya sangat sedih karena selama tes, nenek saya ikut menemani saya dan terus menyemangati saya. Didorong oleh hal itu saya harus tetap semangat untuk tetap berjuang menggapai mimpi saya. Di Family Gathering ini, orangtua para finalis diundang untuk diberi pengarahan lebih lanjut tentang program yang akan diambil. Karena umur saya masih mencukupi kriteri, jadi saya masih bisa mengikuti program YES. Dari awal saya memang ingin mengambil program ini karena full beasiswa ditanggung oleh Pemerintah Amerika Serikat.
Tak lama setelah itu saya mendapatkan email berupa undangan Seleksi Nasional KL-YES Year Program 2016-2017 di Jakarta. Satu lagi mimpi konyol saya yang terwujud, pergi ke ibu kota untuk urusan akademis tanpa dibiayai orang tua. Saya tidak pernah berpikir jika saya bisa sampai sejauh ini. Tetapi semangat saya tidak pernah patah. Kesempatan tidak datang dua kali. Jadi saya selalu berusaha memberikan yang terbaik selama seleksi. Biaya akomodasi selama seleknas ditanggung sepenuhnya oleh Bina Antarbudaya. Seleknas diadakan pada tanggal 19 - 23 November 2015, dari 150 kandidat yang kemudian dbagi menjadi 3 Batch. Dari 150 kandidat hanya 85 yang akan terpilih di Seleksi Nasional ini.
Kami dari Chapter Malang berkumpul di Bandara Abdurrahman Saleh Malang. Semuanya berkumpul bersama orang tua masing-masing yang kemudian diberikan briefing oleh kakak volunteer. Sampai akhirnya kami harus check-in dan berpamitan kepada orang tua kami. Yang selalu saya ingat adalah wajah ibu saya sebelum saya masuk untuk check-in bersama teman-teman Chapter Malang yang hingga saat ini merupakan semangat saya dalam menjalani seleksi ini. Kami benar-benar dilepaskan untuk berangkat sendiri. Saat itu sembilan anak dari Chapter Malang. Dalam sekejap kami sudah seperti saudara walaupun saat Family Gathering lalu kami masih seperti orang asing yang baru berkenalan. Di Bandara Soekarno-Hatta teman-teman dari chapter lain sudah menunggu. Kami dijemput oleh salah satu kakak volunteer pusat dan kemudian berangkat menuju Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur menggunakan bus. Seleknas ini merupakan rangkaian dari tes-tes sebelumnya, tapi tentu saja level up. Maksudnya, lebih sulit dan kompetitif dari tes-tes sebelumnya namun tesnya sama, hanya ada beberapa perbedaan. Tapi jangan khawatir, kerja keras tidak akan menghianati hasil apapun hasilnya nanti. Sesampainya di sana kami langsung disambut oleh berkas-berkas yang harus kami isi dan menyerahkan Online Application yang kami kerjakan sebelumnya kepada kakak panitia.
Selama seleknas, kami dilatih untuk memanajemen waktu sebaik mungkin. Sangat disiplin. Pada hari kedua ada sesi wawancara yang dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi dan siang. Beberapa dari kami mendapatkan kesempatan diwawancarai langsung oleh Native Americans dari Kedutaan Amerika Serikat di Indonesia. Tidak disangka saya salah satu yang beruntung. Hal ini membuat saya senang sekaligus nervous di saat bersamaan. Karena saat kami asik bercanda tiba-tiba mobil Kedutaan Amerika datang dan para Native Americans pun keluar dari mobil yang membuat kami  bengong melihat satu sama lain.
“Aku nggak tau harus seneng atau nervous. Yang jelas aku bersyukur. Tapi sekarang aku makin nervous,” hanya itu yang kami bicarakan sambil bermain permainan simple menunggu giliran kami.
Selepas tes, kami sholat, makan malam, kemudian sholat isya’ sebelum kembali ke kamar masing-masing. Hujan pertama di tahun 2015 saya rasakan malam kedua saat sleknas ini. Keadaan di kamar sangat ramai, ditambah lagi besok lusa salah satu teman kami dari Chapter Ambon berulang tahun. Namanya Mitho. Kami dan anak laki-laki sepakat untuk memberikan Mitho kejutan besok pagi. Kami begitu kompak, dan Mitho terharu. Hati saya pun tersentuh. Baru tiga hari kami bersama namun rasanya kami sudah seperti keluarga yang tidak ingin dipisahkan. Sayangnya, beberapa dari 49 anak Batch 2 harus gugur di seleknas ini. Setelah tes berakhir, banyak dari kami yang terharu bahkan sampai meneteskan air mata karena harus berpisah. Tidak bisa dipercaya waktu bergulir begitu cepat. Setelah naik  bus menuju bandara, kami melambaikan tangan ke teman-teman Chapter Jakarta. “Hati-hati di jalan ya! Sampai jumpa di Orientasi Nasional! Amin,” itulah yang kami ucapkan satu sama lain. 
Hari demi hari begitu lama kami menunggu hasil seleknas. Setelah beberapa hari tak kunjung mendapat surat, akhirnya kakak volunteer kami mengirimkan berkas-berkas ke email masing-masing. Dan ternyata itu adalah berkas untuk dikirimkan ke Amerika Serikat! Wajah saya yang semula kusut menunggu Pak Pos tak kunjung datang sontak saya terkejut saat menerima email tersebut. Saya langsung berteriak histeris tidak percaya. Saya sangat-sangat bersyukur. Kebrangkatan direncanakan pada bulan Juni 2016 (yang tertera di surat petunjuk), tahun lalu bulan Agustus. Jadi masih menunggu konfirmasi. Tidak saya sangka dari sekian ribu anak, 700 lebih yang mendaftar dari setiap chapter, saya adalah salah satu dari 85 anak yang terpilih. Saya sangat-sangat bahagia dan bersyukur. Meski saya lolos dari seleknas dan merupakan salah satu yang terpilih, tidak menjamin saya pasti berangkat ke Amerika Serikat. Saya memerlukan Host Family, Host School, dan beberapa imunisasi wajib yang merupakan syarat untuk menjadi salah satu pelajar SMA di Amerika Serikat.
Jadi saat ini saya menunggu dengan sabar, berdoa, stay humble, dan melakukan imunisasi yang disyaratkan. Berharap agar semuanya tidak sia-sia. Saya sudah melakukan yang terbaik sesuai kemampuan saya, sisanya saya serahkan kepada Allah SWT. Karena jika memang itu jalan saya dan rejeki saya, maka saya akan dibimbing-Nya menuju jalan itu. Beberapa langkah sangat dekat untuk menggapai impian saya. Saya sangat bersyukur kepada Allah atas kesempatan yang luar biasa ini, mengenal teman-teman baru, mendapatkan keluarga baru dari seluruh penjuru Indonesia. Saya sangat berterimakasih kepada bapak/ibu guru, keluarga terutama kedua orang tua saya, teman-teman organisasi saya yaitu BOSSS dan MPK terutama angkatan saya, teman-teman sekelas, sahabat-sahabat, kakak-kakak dan semua orang-orang di sekeliling saya yang selama ini selalu setia berada di sisi saya untuk mendukung mimpi saya.
Jangan takut untuk bermimpi. Tidak peduli orang lain berkata mimpi itu konyol dan terdengar seperti imajinasi belaka karena tidak mungkin menjadi kenyataan. Semuanya itu mungkin jika kita bertekad dan bersungguh-sungguh untuk mencapainya. This is my Mission I’m-Possible, because everything is possible. Yakinlah pada dirimu sendiri jika kamu bisa mewujudkannya. Satu saran dari saya untuk kalian yang berminat mendaftar untuk year program selanjutnya adalah, jadilah dirimu sendiri. Jika kiranya ada yang ingin ditanyakan, tidak perlu sungkan untuk menanyakannya. Saya akan senang jika dapat membantu kalian. Tetap semangat dan be yourself ya...!














Posting Komentar Blogger Disqus

  1. Terus kak Isma jadi ke Amerika Serikatnya? Gimana pengalamannya di sana? Terimakasih kak Isma, artikelnya sangat memotivasi (h)

    BalasHapus
  2. kereeen banget, aku ampe terharu waktu ngebaca and also have a little flashback wkwkwk

    BalasHapus

 
Top