0
Kementerian Kesehatan RI akan melaksanakan outbreak response immunization (ORI) gelombang kedua yang merupakan imunisasi terhadap wabah Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri pada Januari 2018. Sebelumnya, Kemenkes sudah melakukan ORI di bulan Desember 2017.

Pencegahan difteri yang paling utama adalah dengan imunisasi. Di Indonesia program imunisasi difteri sudah dilakukan sejak lebih dari 5 dasa warsa. Vaksin untuk imunisasi difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda.
Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes,Oscar Primadi, ORI Difteri perlu dilakukan tiga kali untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri corynebacterium diphteriae. Selanjutnya, kata Oscar ORI putaran ketiga akan dilanjutkan enam bulan kemudian. Dia mengimbau kepada orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 19 tahun dan belum mendapatkan ORI pertama, untuk segera menghubungi petugas kesehatan agar mendapatkan imunisasi tersebut. "Ini bisa dilaksanakan bersamaan dengan ORI putaran kedua, bagi anak yang telah mendapatkan ORI sebulan yang lalu," ujar dia(TEMPO.CO, 3 Agustus 2019). ORI putaran kedua akan dilakukan di sekolah, Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.
SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung bersama Puskesmas Kauman melaksanakan Imunisasi Difteri gelombang 2 pada hari Kamis, 2 Januari 2018 di SMA Negeri 1 Kauman, dengan kelompok sasaran seluruh siswa kelas X, XI, & XII. Mengambil tempat di ruang Komite Sekolah, pelaksanaan program Imunisasi Difteri gelombang 2 berjalan dengan lancar.





Posting Komentar Blogger Disqus

 
Top